Paparan layar gadget sudah jadi bagian dari hidup sehari-hari. Dari kerja, hiburan, sampai belanja, semua lewat layar. Sayangnya, kebiasaan ini sering memicu mata kering. Banyak orang meremehkannya, padahal kondisi ini bisa mengganggu produktivitas dan kenyamanan.
Mata kering akibat layar biasanya muncul karena frekuensi berkedip menurun. Mata jadi cepat lelah, perih, bahkan terasa panas. Kabar baiknya, kamu bisa mengatasinya dengan langkah sederhana dan realistis.
Baca Juga:
8 Cara Menjaga Berat Badan Ideal dengan Pola Hidup Sehat
Mengapa Layar Gadget Bisa Menyebabkan Mata Kering?
Saat menatap layar terlalu lama, otak fokus penuh pada konten visual. Tanpa sadar, kamu jadi jarang berkedip. Air mata yang seharusnya menjaga kelembapan menguap lebih cepat.
Cahaya biru dari layar juga berperan besar. Paparan berlebihan membuat mata bekerja ekstra. Dalam jangka panjang, lapisan air mata jadi tidak stabil dan mudah mengering.
1. Terapkan Aturan 20-20-20 Secara Konsisten
Aturan ini sangat populer di dunia kesehatan mata. Setiap 20 menit, alihkan pandangan dari layar. Lihat objek sejauh 20 kaki selama 20 detik.
Cara ini membantu otot mata lebih rileks. Produksi air mata pun jadi lebih seimbang. Banyak dokter mata masih merekomendasikan metode ini hingga sekarang.
2. Sering Berkedip Secara Sadar
Berkedip terdengar sepele, tapi efeknya besar. Saat fokus ke layar, frekuensi berkedip bisa turun hingga 50 persen.
Cobalah berkedip dengan sengaja setiap beberapa menit. Kamu juga bisa melakukan “blink exercise”. Tutup mata perlahan selama dua detik, lalu buka kembali. Ulangi beberapa kali.
3. Gunakan Tetes Mata yang Tepat
Tetes mata atau artificial tears bisa membantu melembapkan mata. Pilih produk tanpa pengawet jika sering dipakai. Jenis ini lebih aman untuk penggunaan jangka panjang.
Gunakan tetes mata saat mata mulai terasa kering. Jangan menunggu sampai perih. Banyak ahli mata menyarankan pemakaian rutin bagi pengguna gadget aktif.
4. Atur Pencahayaan dan Posisi Layar
Pencahayaan ruangan yang buruk memperparah mata kering. Hindari ruangan terlalu gelap atau terlalu terang. Usahakan cahaya lembut dan merata.
Posisi layar juga penting. Letakkan layar sedikit lebih rendah dari garis pandang mata. Posisi ini membantu kelopak mata menutup lebih baik saat berkedip.
5. Kurangi Paparan AC Langsung ke Wajah
Udara kering dari AC mempercepat penguapan air mata. Jika memungkinkan, arahkan AC menjauh dari wajah.
Kamu juga bisa memakai humidifier di ruangan tertutup. Alat ini membantu menjaga kelembapan udara. Banyak pekerja kantor merasakan manfaatnya setelah rutin digunakan.
6. Perhatikan Asupan Nutrisi untuk Mata
Kesehatan mata tidak hanya soal kebiasaan visual. Nutrisi juga berperan penting. Asam lemak omega-3 terbukti membantu menjaga kualitas air mata.
Kamu bisa mendapatkannya dari ikan laut, biji chia, atau suplemen. Vitamin A dan E juga mendukung kesehatan permukaan mata. Pola makan seimbang memberi efek nyata dalam jangka panjang.
Gejala Mata Kering yang Sering Diabaikan
Banyak orang mengira mata kering hanya rasa sepet. Padahal gejalanya lebih luas. Mata bisa terasa seperti berpasir atau gatal.
Beberapa orang juga mengalami penglihatan buram sementara. Mata merah dan sensitif terhadap cahaya sering ikut muncul. Jika gejala berlangsung lama, sebaiknya konsultasi ke dokter mata.
Siapa yang Paling Rentan Mengalami Mata Kering?
Pekerja kantoran termasuk kelompok paling rentan. Mereka menatap layar lebih dari delapan jam sehari. Gamer dan konten kreator juga berisiko tinggi.
Pengguna lensa kontak sering mengalami mata kering lebih cepat. Faktor usia dan kondisi medis tertentu juga bisa memperburuk keadaan.